Birthday: Thanksgiving Day

Hari lahir.

Identik dengan kue, kado, pesta meriah, dan kegembiraan karena bertambahnya umur. Tradisi menyiram orang yang berulang tahun dengan air, terigu, kopi, sampai melemparkannya telur masih bisa dilihat sampai sekarang.

Tapi, birthday isn’t just about that, you know? It is our personal thanksgiving day.

Pertanyaan yang muncul sekarang; pada siapa harus berterima kasih?

Siapa yang melahirkan kita? Yang mempertaruhkan nyawa untuk mengantar kita ke dunia ini? Yang mendidik dan membesarkan kita? Ibu.

Yang membiayai keperluan kita selama bertahun-tahun tanpa mengeluh? Yang menasehati jika berbuat salah? Yang mendidik dengan tegas agar kelak kita tak menjadi manja? Ayah.

Kita sering terlarut dalam kegembiraan sehingga lupa harus berterima kasih pada siapa. Jika tak ada mereka, maka kita tak bisa menjadi seperti yang sekarang.

Tak bisa kah, di hari yang gembira ini, kita datang kepada Ayah dan Ibu, mencium pipi dan memeluk mereka serta membisikkan terima kasih?

Hanya sesimpel itu saja. Untuk membalas pengorbanan mereka berdua.

    Special for my beloved friend who is celebrating her birthday today. Wish you all the best, dear.

[ a. erretha ]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s