— and it happened

Sial.

Sial. Sial. Sial.

Ia menggeram. Dikepalkan kedua tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Ditahannya air mata yang ingin merembes keluar dari kedua matanya. Ia berdecih pelan, berusaha mengungkapkan seluruh unek-uneknya melalui decihan itu.

Orang-orang menganggap ia tidak peduli dengan apa yang barusan terjadi padanya. Ia dikira baik-baik saja. Ekspresi wajahnya menyatakan itu.

Namun, ia bermasalah. Mereka tak tahu, matanya beberapa kali memanas — namun ia berhasil mengendalikan diri untuk menahan luapan emosinya. Mereka tak mendengar jeritan frustrasi di dalam dirinya, rutukan dan berbagai caci-maki darinya untuk dirinya sendiri; menyatakan betapa tololnya dia.

Ia hanya mampu menundukkan wajahnya, menatap ke arah cokelat tanah dan menolak tawaran dari teman-temannya.

“Hei, sekarang seharusnya giliranmu. Mau mencobanya?”

Dan dengan senyum yang sopan, ia menolak dengan halus.

“Tak usah, kau sajalah.” — aku sudah didiskualifikasi dari peserta ujian semester, jadi untuk apa? tambahnya dalam hati, sambil tertawa miris.

Temannya mengangguk, tanda mengerti tanpa mengatakan apapun lagi dan berlari untuk mengambil cakram yang dilemparkan oleh peserta sebelumnya.

Ia menatap nanar ke arah cakram itu, kemudian kembali merutuki ketololannya. Siapa sangka, ia melakukan kesalahan — yang dianggap sangat fatal bagi pelatihnya; sikap berdirinya yang salah. Oleh karena itu, pelatihnya bersikap tegas (hei, lempar cakram itu olahraga maut!) dengan memberikan tanda silang di sebelah namanya. Yang berarti, ia dicoret dari daftar peserta ujian.

Ia sama sekali tidak menyalahkan pelatihnya itu. Lempar cakram adalah olahraga maut, sedikit kesalahan saja bisa membahayakan nyawa orang lain.

Penyebab diskualifikasi dirinya adalah dirinya.

Ya, dirinya.

Dan seiring dengan setetes air mata yang mengalir tanpa ia sadari, hujan pun turun.

Ia tidak mempedulikannya, baik hujan ataupun keluhan teman-temannya.

Yang penting — biarlah ia menumpahkan emosinya saat ini. Ditemani oleh langit cerah yang menumpahkan air matanya juga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s