something she had ever dreamed of

Timeline: Ketika semuanya masih aman—Astrild Erretha ketika berusia 10 tahun. Polos, tak berdosa, serta tak mengetahui hal-hal yang ‘berbahaya’.


Mata onyx itu bersinar bagai bulan di malam hari—terlihat penuh penasaran. Tatapannya terfokus hanya pada bungkusan styrofoam yang tertumpuk di dalam koper.

Kenapa Ayah harus membawa benda semacam ini begitu banyak?

Dilihat dari bentuknya, pasti benda itu adalah makanan. Ya, dia pasti benar 100% mengenai hal itu. Makanan siap saji.

“Maa…” Ia memanggil.

Ibunya menoleh dan menatapnya. “Ada apa, Asti?”

“Apakah ini enak?” Ia mengangkat styrofoam itu. “Papa membawa hampir selusin makanan ini.”

Ibu menggeleng. Ia menghampirinya, meraih makanan itu, dan meletakkannya kembali dalam koper Ayah. “Tidak, tidak, Asti. Untuk saat ini kau jangan memakan makanan ini.”

Anak kecil yang dipanggil Asti hanya mengangguk mendengar perkataan Ibunya. “Baiklah, Ma.”


Sudah beberapa tahun semenjak peristiwa itu. Kini, Astrild Erretha—anak polos yang dipanggil Asti itu—duduk di depan TV sambil menyantap makanan siap saji yang terbalut oleh styrofoam.

Siapa yang tak mengetahui makanan itu? Makanan penyelamat hidup bagi para manusia kere dan pemalas.

Popmie.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s